Sabtu, 22 Januari 2011

Pentingnya Air Bersih ,Air Kotor Lebih Banyak Bunuh Orang Dibandingkan Perang

Salah satu kebutuhan penting akan kesehatan lingkungan adalah masalah air bersih, persampahan dan sanitasi. Kebutuhan akan air bersih, pengelolaan sampah yang setiap hari diproduksi oleh masyarakat serta pembuangan air limbah yang langsung dialirkan pada saluran/sungai. Hal tersebut menyebabkan pandangkalan saluran/sungai, tersumbatnya saluran/sungai karena sampah. Pada saat musim penghujan selalu terjadi banjir dan menimbulkan penyakit.

Masalah air bersih merupakan hal yang paling fatal bagi kehidupan kita. Dimana setiap hari kita membutuhkan air bersih untuk minum, memasak, mandi, mencuci dan sebagainya. Dengan air yang bersih tentunya membuat kita terhindar dari penyakit. Kalau kita tahu, saat ini masalah air bersih merupakan barang yang langka di negeri tercinta kita ini, apalagi di kota-kota besar seperti Jakarta, air bersih merupakan barang yang mahal dan sering diperjualbelikan. Tidak seperti halnya beberapa puluh tahun yang lalu, saat itu air bersih mudah diperoleh dan selalu berlimpah mengalir di setiap sudut tanah negeri kita ini, karena pada waktu itu belum banyak terjadi polusi air dan udara. Dari rasa dan warnanya pun saat ini berbeda tidak sealami dulu dikarenakan oleh polusi tersebut.

Penyebab terjadinya pencemaran lingkungan sebagian besar disebabkan oleh tangan manusia. Pencemaran air dan tanah adalah pencemaran yang terjadi di perairan seperti sungai, kali, danau, laut, air tanah, dan sebagainya. Sedangkan pencemaran tanah adalah pencemaran yang terjadi di darat baik di kota maupun di desa.

Alam memiliki kemampuan untuk mengembalikan kondisi air yang telah tercemar dengan proses pemurnian atau purifikasi alami dengan jalan pemurnian tanah, pasir, bebatuan dan mikro organisme yang ada di alam sekitar kita.


Jumlah pencemaran yang sangat masal oleh manusia membuat alam tidak mampu mengembalikan kondisi ke seperti semula. Alam menjadi kehilangan kemampuan untuk memurnikan pencemaran yang terjadi. Sampah dan zat seperti plastik, DDT, deterjen dan sebagainya yang tidak ramah lingkungan akan semakin memperparah kondisi pengrusakan alam yang kian hari kian bertambah parah.

KONTROVERSI AIR BERSIH

Walaupun air meliputi 70% permukaan bumi dengan jumlah kira-kira 1,4 ribu juta kilometer kubik, namun hanya sebagian kecil saja dari jumlah ini yang dapat benar-benar dimanfaatkan, yaitu kira-kira hanya 0,003%. Sebagian besar air, kira-kira 97%, ada dalam samudera atau laut, dan kadar garamnya terlalu tinggi untuk kebanyakan keperluan. Dari 3% sisanya yang ada, hampir semuanya, kira-kira 87 persennya,tersimpan dalam lapisan kutub atau sangat dalam di bawah tanah.

Keributan masalah air bersih bisa terjadi dalam suatu negara, kawasan, ataupun berdampak ke benua luas karena penggunaan air secara bersama-sama. Di Afrika, misalnya, lebih dari 57 sungai besar atau lembah danau digunakan bersama oleh dua negara atau lebih; Sungai Nil oleh sembilan, dan Sungai Niger oleh 10 negara. Sedangkan di seluruh dunia, lebih dari 200 sungai, yang meliputi lebih dari separo permukaan bumi, digunakan bersama oleh dua negara atau lebih. Selain itu, banyak lapisan sumber air bawah tanah membentang melintasi batas-batas negara, dan penyedotan oleh suatu negara dapat menyebabkan ketegangan politik dengan negara tetangganya.

Di seluruh dunia, kira-kira 20 negara, hampir semuanya di kawasan negara berkembang, memiliki sumber air yang dapat diperbarui hanya di bawah 1.000 meter kubik untuk setiap orang, suatu tingkat yang biasanya dianggap kendala yang sangat mengkhawatirkan bagi pembangunan, dan 18 negara lainnya memiliki di bawah 2.000 meter kubik untuk tiap orang.

Penduduk dunia yang pada 2006 berjumlah 5,3 miliar diperkirakan akan meningkat menjadi 8,5 miliar pada tahun 2025 akan didera oleh ketersediaan air bersih. Laju angka kelahiran yang tertinggi justru terjadi tepat di daerah yang sumber-sumber airnya mengalami tekanan paling berat, yaitu di negara-negara berkembang.

AIR KOTOR BUNUH LEBIH BANYAK ORANG DIBANDINGKAN PERANG

Perserikatan Bangsa-Bangsa mengungkapkan lebih banyak orang yang mati disebabkan oleh air yang tercemar setiap tahunnya dibandingkan akibat segala bentuk kekerasan, termasuk perang.

Dalam laporan PBB yang menyoroti kebutuhan air bersih, Senin waktu setempat, bertepatan dengan peringatan Hari Air Se-dunia, menyebutkan sekitar 2 miliar ton air limbah -termasuk pupuk limpasan, kotoran dan limbah industri- keluar setiap harinya. Limbah bahan bakar menjadi penyebab utama penyebaran penyakit dan kerusakan ekosistem.

UNEP, Badan Lingkungan Hidup PBB melaporkan sebanyak 3,7 persen dari semua kematian di dunia disebabkan oleh penyakit yang berkaitan dengan air. Jutaan kematian manusia disebabkan oleh air tercemar.

Lebih dari setengah tempat tidur pasien di seluruh rumah sakit di dunia diisi oleh orang-orang yang menderita penyakit yang berkaitan dengan air.

"Jika kita tidak dapat mengelola limbah, maka berarti akan lebih banyak lagi orang yang meninggal akibat penyakit yang ditularkan melalui air kotor," kata Direktur Eksekutif UNEP dan Wakil Sekretaris Jenderal PBB, Achim Steiner.

Menurut laporan itu, setidaknya dibutuhkan sebanyak tiga liter air untuk memproduksi satu liter air mineral. Produk air kemasan yang konsumsi di Amerika Serikat membutuhkan sekitar 17 juta barel air bersih per tahun.

UNEP menilai peningkatan pengelolaan air limbah di Eropa telah menghasilkan perbaikan lingkungan yang signifikan di benua itu. Namun, zona mati di laut masih tersebar di seluruh dunia. Zona mati adalah daerah yang kekurangan oksigen yang disebabkan oleh pencemaran.

"Jika dunia internasional ingin mengembangkan kebersihan air agar manusia dapat bertahan hidup di planet ini yang sekarang dihuni 6 miliar manusia dan akan menjadi 9 miliar pada 2050, maka kita secara bersama-sama perlu lebih pintar dan cerdas bagaimana mengelola sampah, termasuk air limbah," kata Steiner.

Sumber :  google serch 


Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Fokus pada topik. Mohon untuk tidak spam. Thanks.